JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT IN HEALTH http://jurnal.strada.ac.id/jceh/index.php/JCEH <p>JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT IN HEALTH</p> STIKes Surya Mitra Husada en-US JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT IN HEALTH 2620-3758 Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi Anak Usia Prasekolah http://jurnal.strada.ac.id/jceh/index.php/JCEH/article/view/14 <p>Setiap hari anak-anak pasti melakukan cuci tangan, gosok gigi dan mengkomsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Maka dalam kesempatan ini kelompok kami memanfaatkan untuk mengajak perilaku hidup bersih dan sehat yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular dan infeksi pada usia dini. Dalam pembahasan ini kami menggunakan metode ceramah, tanya jawab, memperlihatkan video, serta diskusi dengan seksama mengenai bagaimana cara mencuci tangan yang baik, bersih dan benar, bagaimana menggosok gigi dengan benar, serta makanan 4 sehat 5 sempurna yang baik bagi kesehatan anak usia dini. Hasil penyuluhan yang kita lakukan yaitu peserta 80% mengerti apa yang telah di sampaikan dan dapat mempraktekannya, serta manfaatnya dapat memberikan ilmu ini terhadap orang lain agar berguna. Sehingga, kesimpulannya bahwa penyuluhan yang kami lakukan hampir 100% memenuhi target dan peserta dapat mempraktikan sendiri setiap hari dalam kegiatannya sehari-hari.</p> Erma Retnaningtyas Angela Yohana Hoar Fitri Astutik Nurul Hudawati Try Fosa Nenabu Aziza Ainur Qamaria ##submission.copyrightStatement## 2019-03-05 2019-03-05 2 1 17 20 10.30994/jceh.v2i1.14 Pendidikan Kesehatan kepada Orang Tua untuk Pencegahan Penyakit ISPA dan Status Gizi pada Anak http://jurnal.strada.ac.id/jceh/index.php/JCEH/article/view/13 <p>ISPA: Infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari. Yang dimaksud dengan saluran pernapasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ disekitarnya seperti : sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru. Tujuan: memberi tahu masyarakat untuk tidak merokok dan berperilaku bersih serta memberi makanan yang sehat dan bergizi untuk anak-anaknya. Supaya tidak ada lagi anak-anak yang mengalami penyakit ISPA dan kekurangan gizi. Bakteri penyebab ISPA: dari genus <em>Streptokokus,</em> <em>Stafilokokus, Pneumokokus,</em> <em>Hemofillus, Bordetelia </em>dan <em>Korinebakterium</em>. Virus penyebab ISPA: golongan <em>Miksovirus, Adnovirus, Koronavirus, Pikornavirus, Mikoplasma, Herpesvirus </em>dan lain-lain. Tanda dan gelaja ISPA: batuk, kesulitan bernafas, sakit tenggorokan, pilek, sakit telinga dan demam. Pencegahan: a. Menghindarkan anak dari kuman, b. Meningkatkan daya tahan tubuh anak, c. Memperbaiki lingkungan. Fungsi zat gizi: a. Memberi Energi, b. Pertumbuhan dan Pemeliharaan Jaringan Tubuh, c. Mengatur Proses Tubuh.</p> Ema Mayasari Desilya Sari Riris Adea Nikita Rizki Prihartono Bella Armelia ##submission.copyrightStatement## 2019-03-05 2019-03-05 2 1 13 16 10.30994/jceh.v2i1.13 Sosialisasi Deteksi Dini Kangker Payudara pada Remaja Putri dengan SADARI http://jurnal.strada.ac.id/jceh/index.php/JCEH/article/view/12 <pre style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; background: white;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">Breast cancer is one of the frightening diseases for women. Although there is now the best treatment, but the fight against breast cancer does not always work. That's because the lack of attention from women in understanding breast cancer in order to avoid the attacks of breast cancer and how to do early detection In the delivery of materials the method used is the lecture method, question and answer, showing video, and discussion carefully about early detection of breast cancer. The results of the counseling we do is 85% participants understand what has been delivered and can practice it, and its benefits can provide this knowledge to others to be useful. So, the conclusion is that the counseling we did almost 100% meet the target and participants can practice themselves.</span></pre> Anggrawati Wulandari Indriana Budhi Giovani Meliana Bianco Gomes Losia Aulinda Hurulean Widatul Jannah ##submission.copyrightStatement## 2019-03-05 2019-03-05 2 1 10 12 10.30994/jceh.v2i1.12 Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Balita melalui Pelatihan Pijat Bayi dalam rangka Meningkatkan Tumbang Kembang Bayi di Posyandu Flamboyan Desa Kandang Semangkon Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan http://jurnal.strada.ac.id/jceh/index.php/JCEH/article/view/17 <p>Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SKDI)&nbsp; mengungkatkan rata – rata di Indonesia terdapat 401&nbsp; bayi yang meninggal sebelum&nbsp; umurnya mencapai 1 tahun. Angka kematian ibu dan balita di Indonesia masih tergolong tinggi dan belum mencapai target pencapaian nasional. Angka kematian ibu di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih jauh dari pencapaian target nasional yaitu sebanyak 102 per 100.000 kelahiran hidup. Berdasarkan hasil survey demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan bahwa angka kematian neonatus pada tahun 2012 adalah 19 per 1000 kelahiran hidup. Penyebab terbanyak pada periode ini disebabkan oleh sepsis (infeksi sistemik) kelainan bawaan, dan Infeksi saluran pernafasan akut.</p> <p>Anak usia 0-5 tahun adalah generasi emas (Golden periods) dimana anak pada usia tersebut terjadi proses tumbuh kembang nya bisa maksimal. Orang yang harus mengetahui tumbuh kembanga anak adalah orang tua, selaian itu petugas Posyandu balita yang menimbang dan memeriksa kesehatan anak. Kader kesehatan Posyandu balita yang memberikan penyuluhan kepada ibudan anak harus punya ilmu yang cukup tentang tumbuh kembang dan bagaimana cara mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Orang tua khususnya Ibu sebaiknya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anaknya, dengan cara melakukan pijat bayi yang benar. Pijat merupakan salah satu bentuk dari terapi sentuh yang berfungsi sebagai salah satu tehnik pengobatan penting. Menurut penelitian modern, pijat bayi secara rutin akan membantu tumbuh kembang fisik dan emosi bayi, di samping mempertahankan kesehatannya.Melihat kondisi ini dibutuhkan suatu upaya pengabdian masyarakat berupa pelatihan kader posyandun balita sebagai suatu strategi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di Posyandu Flamboyan Desa Kandang Semangkon Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Kegiatan dilaksanakan beberapa tahap yang meliputi Sosialisasi tentang pentingnya pijat bayi , pelatihan kader posyandu balita, pelatihan kader posyandu balita dan kunjungan keluarga dengan ibu yang memiliki balita.</p> Arkha Rosyaria Badrus Kholifatul Ummah ##submission.copyrightStatement## 2019-03-05 2019-03-05 2 1 5 9 10.30994/jceh.v2i1.17 Pelatihan Endorphin Massage bagi Mitra Dukun Pijat Tradisional guna Menurunkan Angka Morbiditas Ibu Hamil di Desa Banjar-Tanah Merah Bangkalan http://jurnal.strada.ac.id/jceh/index.php/JCEH/article/view/16 <p>Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa pendampingan dukun pijat tradisional yang umumnya dijadikan mitra pijat oleh Ibu hamil dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pijat secara benar dan aman. Para dukun diberikan pengetahuan tentang fisiolpgis perubahan fisik ibu hamil serta keluhan fisik penyerta seiring pertambahan usia kehamilan. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan pelatihan keterampilan <em>&nbsp;endorphin massase</em> kepada mitra dukun secara berkala sampai bisa dan mampu melakukan secara mandiri. Pengabdian ini dilakukan di desa Banjar Kecamatan tanah Merah, karena di wilayah tersebut masih banyak praktik dukun pijat tradisional. Pengabdian ini bekerjasama juga dengan Puskesmas Banjar untuk mengajarkan para mitra dukun teknik pijat <em>endorphin massage </em>pada ibu hamil. Sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah seluruh ibu hamil baik TM I, II dan III yang ada di desa Banjar, Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan Madura. Sasaran adalah kelompok wanita dengan resiko kesakitan dan kematian yang tinggi, oleh karena proses kehamilan merupakan kejadian alamiah namun memiliki resiko. Baik resiko rendah, sedang maupun resiko tinggi. Keberadaan tenaga medis dan mitra dukun dalam pengabdian ini, diharapkan dapat menjadi mediator penurunan AKI. Pada masa kehamilan hampir seluruh sistem tubuh Ibu hamil berubah, baik sistem reproduksi, sistem muskoleskeletal, sistem syaraf, sistem perkemihan, sistem peredaran darah, dll. Perubahan sistem tubuh tersebutlah yang kemudian menimbulkan beberapa ketidaknyamanan pada Ibu hamil, misal nyeri punggung, kesulitan tidur/insomnia, lelah, mudah capek, dsb. Ketersedian tenaga ahli dalam proses pendampingan ibu hamil yang tidak sesuai rasio, serta masih banyaknya jumlah dukun yang masih aktif membuat kesenjangan pelayanan pada ibu hamil, khususnya dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu hamil. Sehingga dibutuhkan kerjasama dan simbiosis mutualisme antara tenaga medis, mitra dan pasien. Sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu (AKI). Pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu diawali dengan penyampaian materi dan demonstrasi teknik memijat <em>endorphin massage </em>pada ibu hamil. Kemudian, mitra dukun akan diajari langsung bagaimana teknik yang benar dan aman dalam melakukan <em>endorphin massage </em>pada ibu hamil. Setelahan dijarkan langsung, maka mitra dukun akan di evaluasi bagaimana teknik saat melakukan <em>endorphin massage</em>. Mitra dukun akan terus dibimbing sampai mahir melakukan pijat <em>endorphin massage </em>pada ibu hamil.</p> Miftahul Khairoh Shinta Nur Rochmayanti ##submission.copyrightStatement## 2019-03-05 2019-03-05 2 1 1 4 10.30994/jceh.v2i1.16